Bangunan SDN 038 Tenggarong Rusak, Perlu Perhatian Pemerintah
(Bangunan SND 038 Tenggarong)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
SDN 038 Tenggarong yang berada di Desa Bendang Raya perlu perhatian pemerintah
daerah, karena bangunan tersebut alami kerusakan sejak 2007 lalu dan sampai
saat ini belum ada perbaikan.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 038 Tenggarong
Musliansyah mengatakan, kerusakan sekolahan tersebut meliputi sebagian atap,
plafon sekolah lepas dan bangunan sekolah miring, rusaknya sekolah itu karena
dampak aktivitas tambang.
"Sekolah itu diresmikan pada 2006 lalu,
dan sampai sekarang belum ada renovasi, mirisnya pada 2007 terkena dampak
aktivitas tambang" kata Musliansyah kepada poskotakaltimnews, Rabu
(29/12/2021)
Lanjut dia, pada saat itu pihak sekolah telah
mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar agar
mendapatkan perhatian untuk perbaikan sekolah, karena kalau memakai dana Bosnas
tidak mencukupi.
"Dan alasan dari Disdikbud saat terkena
dampak tambang ialah sekolah tersebut baru saja dibangun dan tidak terlalu parah,
kalau terlalu parah mungkin bisa saja dilakukan perbaikan" sebutnya
Menurutnya, melakukan perbaikan jangan
menunggu keadaan terlalu parah, karena hal itu sangat berisiko baik terhadap
siswa maupun guru, pada 2021 ini pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan
atap, plafon dan bangunan sedikit miring. Semoga keadaan sekolah saat ini bisa
menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk dilakukan perbaikan.
Dikatakannya, selain itu, pihak sekolah
meminta dibangunkan kantor, ruang Kepala Sekolah, laboratorium, dan pagar. Saat
ini ada 2 bangunan sekolah dan 1 bangunan terdiri 2 kelas.
"Kalau bangunan terbatas, tentunya ada
yang mengalah, guru harus mengalah demi siswanya bisa belajar. Kami berharap
pada 2022 infrastruktur yang kurang layak bisa dibenahi" ungkapnya
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Tauhid Afrilianoor menyampaikan, Disdikbud belum
mengetahui hal itu, nanti akan dicek terlebih dahulu kondisinya seperti apa,
rusak parah atau tidak.
"Bagi sekolah yang sekiranya kondisinya
tidak mendukung, bisa ngajukan surat secara resmi, nanti ditindaklanjuti
sekolah mana saja yang perlu perbaikan" ujar Tauhid Afrilianoor.
Tambah dia, pengusulan tidak langsung
disetujui, dilihat terlebih dahulu mana yang prioritas dan kondisinya
membahayakan siswa atau tidak.
"Kalau bisa dilakukan perbaikan pada
ABPD Murni 2022 kita lakukan, kalau tidak bisa ya di APBD Perubahan 2022"
tuturnya.
Dirinya juga mengaku, pada 2022 mendatang ada
beberapa sekolah di Kukar akan dilakukan perbaikan, namun untuk jumlahnya dan
dimana saja belum tahu, karena hal itu bagian teknis yang mengetahuinya.(*riz)